CAnon SX200IS review

dengan segala pertimbangan ingin belajar moto tapi ingin kamera compact yang ringan dan bisa dibawa2, eh akhirnya muncul juga kamera saku yang full manual controll. akhirnya kuputuskan untuk membeli canon sx200 is yang baru aja dirilis bulan april 2009 lalu. baru aku beli hari ini… baru coba jeprat jepret. hehehee… sekarang lagi download2 artikel mengenai cari mengatur setting agar menghasilkan foto yang indah.

Pertimbangan yang aku pikirkan masak2 yaitu :

– beratnya yang ringan

– optical zoom yang besar (sampai 12x)

– full manual control, jadi bisa untuk belajar serius fotografi

-video HD dan bisa support HDMI

untuk masalah video, banyak yang bilang optical zoomnya ga berfungsi. itu ga 100% benar. triknya sebelum mulai merekam, optik zoom harus dikontrol dulu ke posisi sesuai keinginan. baru deh diklik untuk mulai merekam. jadi optical zoom juga masih berguna. saat merekam juga bisa menggunakan digital zoom, hasilnya ga pecah kok. asyiknya, hasil video ini bisa kita tonton di tv hanya dengan menggunakan kabel penghubung kamera dan tv. gambar2 pun juga bisa dilihat di tv.😀

review:

– aku merasa enjoy banget menggunakan kamera ini, terutama optical zoomnya yang tinggi. hasil fotonya juga bagus. karena ada deteksi handshake ,walaupun tangan kita agak goyang saat mengambil foto, foto tetap bisa fokus. videonya gambarnya halus banget, jernih, walaupun suara tidak bisa terlalu bagus karena tidak mendukung stereo. kalo mau ngambil objek bergerak, tinggal di set aja ke mode kids n pets, mau foto anak2 yang lagi lari2 pun hasilnya tetap jernih tanpa buram sedikit pun. ^^

– ehm.. apalagi yah… oh iya, bentuknya yang compact, ringan dan kecil seperti compact digital camera pada umumnya, jadi bisa dibawa kapan aja dan bisa masuk ke tas. memang modelnya compact tapi kemampuannya setara dengan model kamera semipro. so, recommended banget buat kamu2 yang suka bepergian dan suka jeprat jepret. karena bentuknya simpel. cocok untuk cewek yang suka repot kalo bawa barang berat.

– Posisi lampu flashnya yang auto pop-up memang agak mengganggu, tapi lama2 terbiasa kok. jadi ga jadi problem utama.

yang paling menyenangkan adalah, aku bisa ngambil gambar dengan jelas walaupun tanpa blitz saat nonton konser piano atau konser musik klasik. kan biasanyadi konser2 klasik  tidak boleh mangambil gambar karena takut menggangu pemain karena lampu blitznya, dan lagi bisanya hanya ada sedikit penerangan lampu. so saat mau ambil gambar, tinggal di set ISOnya aja, set ke ISO yang sesuai dengan kondisi kegelapan. tinggal jepret, tanpa blitz pun hasilnya tetap jernih. hihihi🙂 pokoknya menyenangkan deh

rating nya aku kasih 5 of 5

1 Komentar (+add yours?)

  1. ricarica
    Jul 10, 2009 @ 12:19:08

    mamih..itu harganya brapa?
    daku jg mau beli kamera, kyanya yg ini lucu jg deh..
    posting hasil gambarnya jg ma, yg indoor sm outdoor, biar lebih kerasa bagus ga hasilnya..😉

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: