Review Bandung Music Camp 2009

Bandung Music Camp 2009

seminggu yang lalu selama seminggu penuh (dari 27 juni sampai 3 juli) aku mengikuti bandung music camp sebagai peserta passive. banyak sekali ilmu yang kudapat dari sana, aku ikut kelas piano dan biola. giliran aja… mana yang menurutku pelajarannya menarik, aku ikuti  :p jadi keliling2 deh.

PIANO MASTER CLASS – SAM HAYWOOD

Pelajaran piano dari Sam Haywood sangat bagus, dia bisa banget membuat musik jadi begitu indah dan manis di dengar. lagu yang sederhana aja kaya lagu lullabynya bach bisa kedengeran indaaah banget. hebat banget insting musiknya. master class dari dia semua berisi tentang bagaimana cara menampilkan musik yang indah.

Saat masterclass piano ini aku dikagetkan oleh beberapa anak umur belasan (dan masih SD!) yang bener2 gila teknik pianonya, mereka udah mampu mainin scherzo, ballade dan polonaisenya Chopin!!!! aku sampai melotot melihat mereka maen. KERREEN !!! bahkan aku aja ga mampu menyaingi teknik mereka saat ini. entah mereka tuh gimana latihannya dirumah?!  saat aku liat sejarah perjalanan musik mereka, ternyata mereka tuh udah keliling dunia memenangkan kompetisi piano, yah no wonderlah….  dibandingin aku yang tergolong baru  menekuni piano.

VIOLIN MASTER CLASS – BRIAN LARSON

Master class dari Brian larson (violin) lebih ke arah teknikal bukan ke arah musikal. semua pemain biola lebih diarahkan ke teknik menggesek dan memegang bow, arah bowing dan juga fingering. ini memang hal yang paling inti dalam bermain biola.  aku memang baru belajar biola 1,5 tahun. tapi menurut pendapatku, Brian tidak terlalu mengajari bagaimana memberi sentuhan efek musikal agar bisa terdengar indah seperti yang dilakukan Sam Haywood. Brian sangat memperhatikan teknik. walaupun aku akui memang permainan biolanya juga keren.tapi permainannya tidak bikin aku melongo seperti saat aku mendengar Sam bermain piano yang dengan sangat magical bisa merubah suara menjadi begitu indah.

CELLO MASTERCLASS – DAMIEN VENTULA

Berbeda dengan Sam yang selalu bersikap manis, Brian yang cool, Damien sangatlah ekspresif. mungkin dialah yang sangat populer sebagai instructor yang paling impresif  diantara peserta Bandung Music Camp. Damien selalu tersenyum kepada semua orang, dan sifatnya ekspresif dengan selalu mengeluarkan emosinya saat dia senang, bingung, kecewa maupun marah. bahkan dialah yang selalu membuat kita tertawa saat informal performance dan saat kelas lecture in music ( pengetahuan musik). begitu pula saat dia mengajar, agar muridnya mengerti emosi lagu, dia selalu memberikan gerakan dan instruksi yang penuh emosi ( emosi disini bukan marah loh, tapi lebih kearah emosi lagu). gerakannya maupun celetukannya kadang lucu, membuat peserta tertawa sehingga suasana kelas bisa begitu atraktif. Permainan Cellonya juga tak kalah indahnya dengan permainan piano Sam. berbeda dengan Sam yang selalu membawakan lagu dengan manis, Damien membawakan lagu2 dengan sangat tajam, jelas dan tegas (mungkin ini  juga pengaruh suara cello yang rendah dan ngebass)

CHAMBER MUSIC COACHING

semua peserta active music camp diberi tugas untuk memainkan repertoar berupa chamber music. ada juga yang memang pesertanya sudah berupa grup string quartet, string quintet atau piano duo (violin dan piano). Sam, Brian dan Damien masing2 kebagian melatih chamber music. dari ketiga orang ini, aku berkesimpulan bahwa Damien yang paling bisa mengajar chamber music.

Saat mengajar chamber, Sam Haywood hanya memperhatikan pemain piano, begitu pula dengan Brian, yang tentu saja hanya memperhatikan pemain biola. berbeda dengan Damien, dia memperhatikan semua pemain baik itu cello, biola, piano. Damien sangat memperhatikan kesatuan musik yang dihasilkan pemain chamber itu. dia juga memperhatikan kekompakan dan kesamaan interpretasi dari setiap pemain. ini adalah pelajaran terpenting dalam bermain chamber music, karena saat bermain music bersama yang paling dibutuhkan adalah kebersamaan dan kesatuan musik yang dihasilkan. tidak ada yang paling menonjol dalam musik chamber, semua adalah posisi yang penting.

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN

kelebihan :

tempatnya lebih nyaman daripada music camp sebelumnya, pengajarnya hebat2 dan baek2, bisa kenal sama pemain musik dari luar bandung (karena pesertanya bukan orang bandung aja tapi dari jakarta dan surabaya juga ada), ehm…apalagi yah? cukup deh🙂

kekurangan :

1. sebenernya ini hanya masalah teknis penjadwalan, tampaknya disiplin waktu harus lebih ditingkatkan, terutama kepada para instructor, karena kadang2 waktu pengajaran melebihi batas waktu (karena keasyikan ngajar jadi lupa waktu) sehingga mengganggu peserta lain (peserta berikutnya jadi gelisah karena gilirannya ga mulai2 dan merasa dirugikan. apalagi tiap peserta hanya akan mendapatkan waktu 45 menit untuk masterclass. so, 10 menit pun akan menjadi sangat berharga, kan mereka harus membayar mahal untuk ikut music camp itu.

hal ini sangat berdampak saat giliran masterclass chamber musik, karena bila satu orang tidak ada, maka kelas chamber tidak bisa dimulai. misal si A (pianis) harus ikut chamber di kelas Brian(violin), tapi dia harus tetap berada dikelas Sam(piano) karena Sam masih bersemangat memberikan pelajaran atau karena Sam telat memulai pelajaran untuk A (pdhl waktu ud habis), maka teman2 chamber si A harus menunggu sampe si A beres.  tambah runyam saat teman chamber si A ini harus ikut kelas chamber lagi di pelajaran selanjutnya. jadi yang ada adalah saling menunggu….. buntut2nya istirahat siangnya jadi kepotong. harusnya 1 jam jadi cuma setengah jam deh hanya gara2 saling nunggu.

2. saat hari terakhir dimana semua peserta harus studio class, karena tidak ada penjadwalan yang pasti maka peserta disibukkan dengan berpindah2 ruangan dengan tergesa2 karena dia harus menampilkan solo dan juga chamber di kelas yang berbeda. bahkan ada saat dimana kelas chamber dari Brian kehabisan pianis, jadi Brian harus bengong nungguin para pemain piano dateng ke kelasnya ( Brian waktu itu sampe masuk kelas piano minta beberapa pemain piano datang ke kelasnya- dia sambil garuk2 kepala karena BT😀 ) . dan juga saat semua pianis yang dibutuhkan Brian datang ke kelas Brian, kelas Sam jadi kosong (mungkin hanya tersisa 2-3 orang) karena pianisnya pergi ke kelas Brian atau Damien semua (wkwkwkwk lucu deh waktu itu, Sam sampe cemberut karena kelasnya sepi😛 ). yah kalo ini sih masalah dari organizernya..

KESIMPULAN

banyak pelajaran yang aku ambil dari setiap kelas, baik itu piano, biola dan chamber music. satu hal yang baru aku sadari setelah mencerna semua hal yang kudapat dalam music camp ini :

yang paling penting adalah bagaimana menyajikan musik dengan indah, tidak perduli musik itu adalah musik yang sangat sederhana atau sangat sulit sekalipun. yang penting audience menikmati musik yang kita mainkan.

aku bisa menarik kesimpulan ini karena aku melihat beberapa orang yang memainkan musik dengan skill yang sangat tinggi namun tidak bisa memberikan keindahan pada musik yang dia hasilkan, hanya terkesan hebat dan ramai. ramai dalam artian lagu yang bertempo cepat dan banyak tanda forte (memainkan dengan suara keras). yah, memang sih aku salut sama kehebatan skillnya tapi aku sama sekali ga enjoy mendengar mereka bermain, karena mereka lupa dengan unsur musik yang paling penting, yaitu mempersembahkan keindahan musik untuk pendengar, bukan hanya untuk memperlihatkan skill.

disisi lain aku sangat terkesan dengan beberapa orang yang bisa memainkan musik dengan sangat indah walaupun lagu yang mereka mainkan bukanlah lagu yang sulit, hanya lagu sederhana namun enak didengar dan meninggalkan kesan.🙂

yang kedua adalah pesan dari Damien Ventula tentang memainkan music:

dream it, breath and just do it.

tau ga? pada hari pertama ikut, aku sangat menyesal kenapa aku tidak ikut sebagai peserta active yang tentu saja lebih banyak mendapatkan hasilnya daripada peserta passive. tapi ya sudahlah, yang lalu biarlah berlalu. tetap maju, FIGHT!!!!🙂

6 Komentar (+add yours?)

  1. dhan-dhan ^_^v
    Jul 14, 2009 @ 21:23:08

    music camp kmrn keren bgt.. pokoknya jd tmbh pengalaman, tmbh ilmu, n yg plng ptng jd tmbh smgt latihan..😀

    mengomentari pendapat km ttg “violin master class”, mgkn peserta violin master class msh b’mslh dgn tekniknya shg blm smpt m’bhs mngenai interpretasi karya, krn yg sy lihat peserta di piano master class sdh tdk memiliki mslh teknik lg, shg p’bhsn mngenai interpretasi karya jauh lbh mengena.. tp sbtlnya sy jg tdk bs b’komentar byk mngenai violin master class, krn sy tdk smpt msk ke kls tsb.. ^_^v

    tp scr ksluruhan, music camp kmrn keren bgt.. mdh2n thn dpn qta bs ikutan jd partisipan aktif ya.. :D:D:D

    Balas

    • nirma
      Jul 14, 2009 @ 21:32:11

      iya juga kayanya. peserta violin emang banyak bermasalah di teknik. jadi selalu membahas teknik dasar untuk setiap orang. aku juga berdoa sambil mengharap ada ujan duit yg jatuh tahun depan, biar bisa ikut music camp.🙂 gimana kalo duet piano atau trio piano? hehehhe..

      Balas

  2. dhan-dhan ^_^v
    Jul 20, 2009 @ 13:22:37

    aq bru ‘ngeh klo kata2 di comment aq sblmnya baku bgt ya.. ckckck..
    yuuukkkkk….. emg blh ya trio?! ngabis2in piano aja…. wkwkwkwk…
    qta mewujudkan cita2 yuk.. rhapsody in blue kyknya keren tuh…😀😀😀

    Balas

    • nirma
      Jul 20, 2009 @ 22:59:34

      hahaha..🙂 org chamber boleh kok, masak trio yg cuma tiga alat musik ga boleh (walaupun piano semua). itu namanya diskriminasi :p

      Balas

  3. Juned
    Nov 19, 2009 @ 12:58:32

    aq nyesel kmaren ga ikut… mudh2n BMC 2010 aq bs ikut….

    Balas

  4. Indra Musik
    Jun 28, 2012 @ 12:35:03

    Nir logo indra dah ada. thanks. dah ditempatin di:

    http://indra-music-school.blogspot.com/

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: